
‘my lovely family’ : beza (11.5yrs), it’s me! (mom), noel (9.5yrs), dad


‘my lovely family’ : beza (11.5yrs), it’s me! (mom), noel (9.5yrs), dad
Reality show bukanlah barang baru bagi kita. Kapan dan stasiun televisi apa yang pertama kali memulai, mungkin sudah kita lupakan. Reality show sekarang ini memang sedang mem’booming‘. Banyak sekali program reality show yang sudah menghilang tapi ada juga yang masih exist sampai saat ini. Mulai dari Indonesian Idol, AFI, Mamamia, Kontes Dangdut, Penghuni Terakhir, The Scholar, Idola Cilik dan masih banyak lagi.
Program-program reality show yang masih exist tidak lain Indonesia Idol, sedangkan yang baru dan sedang banyak digemari adalah Idola Cilik. Reality show – Idola Cilik boleh dikatakan lebih banyak penggemarnya daripada program reality show yang lain karena semua anggota keluarga terlibat (mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, mama papa, kakek nenek dan para orangtua lainnya). Sudah pasti bila seorang anak ikut sebuah kompetisi atau pentas maka seluruh anggota keluarga ingin mendukung.
Kontes Bakat atau Exploitasi Anak?
Kontes bakat memang sudah ada jauh sebelum reality show booming. Dalam kontes bakat semua orang berhak memamerkan keahliannya. Siapa yang paling bagus, dialah yang menang. Namun, kontes seperti ini tidak menarik dan terkesan gitu-gitu saja. Buat yang menonton pun emosinya kurang terbawa.
Untuk membangun emosi penonton kita harus melibatkan mereka dalam program ini, yaitu dengan cara memberikan suara mereka. Penontonlah yang menentukan siapa yang bakal jadi pemenang. Wah, gimana enggak seru ya? Kita yang biasanya hanya menonton kini ikut-ikutan jadi juri. Dan, kadang-kadang pilihan penonton sangat berbeda dengan pilihan juri lewat SMS. Sistem polling SMS ini makin membuat kontes reality show ini seru. Bayangkan, dalam hitungan detik, jumlah pendukung salah satu kontestan bisa berubah-ubah. Bikin kita yang nonton makin penasaran. Ikatan emosional antara kita dan peserta kontes pun makin terbangun, membuat kita tertarik untuk terus ikutan menonton.
Singkatnya, bila dalam kontes ini sudah terpilih yang terbaik maka secara tidak langsung akan membuat anak kecil ini mendapatkan hadiah dan bahkan dapat terikat dengan beragam kontrak-kontrak kerja lainnya. Dari sinilah orangtua si pemenang Idola Cilik harus dapat melakukan seleksi. Bukan karena tergiur dengan angka-angka rupiah yang disodorkan maka segala sesuatu di’iya’kan. Padahal si ‘anak’ harus masih menyelesaikan sekolahnya lebih dulu. Peran orangtua sangat diperlukan karena merekalah yang akan menjadi ‘manager’-nya.
Tetapi bila dilihat dari sisi lain, reality show – Idola Cilik ini merupakan sebuah program acara yang bagus karena anak-anak dapat menyalurkan serta mengembangkan bakat seninya lebih baik dalam lingkup yang lebih luas. Meng-explore bakat anak adalah bagus apabila dilakukan dengan tujuan yang positif, antara lain membuat anak lebih percaya diri, mensyukuri bakat/talenta yang Tuhan berikan, belajar menghargai dan lain-lain, tetapi jangan sampai exploitasi ini melupakan tujuan positifnya karena banyak pihak-pihak lain yang dapat mengambil keuntungan dari hal-hal ini (baik exploitasi maupun reality show).
Hi everyone…
Ini adalah kali ke-2 aku belajar membuat blog. Yang pertama pake blogger dan kedua wordpress. Belajar membuat blog sangat menyenangkan. Apabila punya banyak waktu aku ingin sekali membuat blog yang sangat menarik disain graphisnya dan juga isinya sangat informatif.
Unfortunatelly, my second blog is not successfull yet…because i don’t have enough time, but really i do my best as i can do…enjoy my blog. cheers!!